Hari 1: Persinggahan Gemerlap di Metropolitan Hong Kong
Sebelum menginjakkan kaki di tanah luas Xinjiang, perjalanan Anda akan diawali dengan persinggahan dinamis di Hong Kong, sebuah titik temu antara budaya timur dan barat.
Avenue of Stars, 1881 Heritage, dan Clock Tower
Di kawasan pesisir Victoria Harbour, wisatawan akan menyusuri Avenue of Stars, sebuah jalan setapak yang didedikasikan untuk menghormati pahlawan sinema Tiongkok dan Hong Kong. Melangkah lebih jauh, Anda akan menemui 1881 Heritage, bekas markas besar Polisi Laut Hong Kong pada era Victoria yang kini disulap menjadi kompleks perbelanjaan mewah. Berdekatan dengan lokasi ini, berdiri tegak Clock Tower (Menara Jam) bata merah setinggi 44 meter peninggalan dari stasiun kereta api Kowloon-Canton era 1915.
Tsim Sha Tsui dan Ladies Market
Kawasan Tsim Sha Tsui merupakan jantung komersial dengan lampu neon yang berjejer, menyuguhkan nuansa urban yang hidup. Selanjutnya, perjalanan membawa Anda menuju Ladies Market di distrik Mong Kok, surga bagi mereka yang gemar berburu pernak-pernik unik.
Hari 2: Menyapa Ibu Kota Urumqi
Setibanya di Bandara Urumqi, udara khas wilayah pedalaman benua akan segera terasa. Urumqi adalah kota pedalaman yang lokasinya paling jauh dari lautan manapun di dunia.
Wild Horse Ecological Park dan Masjid Agung Shaanxi
Objek pertama yang dikunjungi adalah Wild Horse Ecological Park, tempat perlindungan dan pengembangbiakan Kuda Przewalski, kuda liar asli terakhir di bumi. Beranjak ke nilai historis, wisatawan akan berkunjung ke Masjid Agung Shaanxi. Dibangun sejak zaman dinasti Qing, masjid ini memiliki arsitektur unik berupa paviliun kekaisaran Tiongkok beratap melengkung, dengan interior perpaduan seni ukiran oriental dan kaligrafi Arab.
Hari 3: Keajaiban Alam Pegunungan Tian Shan
Danau Tianchi (Heavenly Lake)
Pegunungan Tian Shan membelah wilayah Xinjiang menjadi utara dan selatan. Di lereng Puncak Bogda, tersembunyi permata alam Danau Tianchi. Berada di ketinggian nyaris 2.000 meter, air danau alpine ini terbentuk dari lelehan salju glasial. Permukaannya bagaikan cermin raksasa yang memantulkan langit biru murni serta rimbunnya hutan cemara di sekeliling tebing pegunungan bersalju.
Hari 4: Pesona Formasi Geologi di Keketuohai
Bergerak menuju utara ke wilayah Fuyun, nuansa topografi berubah perlahan dari pegunungan hijau menjadi formasi bebatuan curam yang magis.
Taman Geologi Nasional Keketuohai dan Grand Canyon Irtysh
Taman Geologi Nasional Keketuohai adalah pusat sejarah penambangan mineral langka dunia. Wisatawan akan menyusuri Grand Canyon Irtysh. Ngarai spektakuler ini dibelah oleh Sungai Irtysh—satu-satunya sungai di Tiongkok yang mengalir menuju Samudra Arktik.
Gunung Shenzhong
Ikon utama taman geologi ini adalah Gunung Shenzhong (Gunung Lonceng Ilahi). Ini adalah batu granit tunggal berbentuk seperti bel terbalik yang menjulang tegak lurus setinggi ratusan meter di sisi sungai, murni diukir oleh cuaca dan aliran air ribuan tahun.
Hari 5: Keindahan Teluk-Teluk Surealis di Kanas
Menjelajah lebih jauh ke ujung utara Xinjiang di perbatasan Rusia dan Kazakhstan, kita memasuki wilayah misterius Kanas.
Kawasan Wisata Kanas: Shenxian Bay, Moon Bay, dan Wolong Bay
Kawasan Danau Kanas bagaikan mahkota di wilayah Pegunungan Altai. Pengunjung akan terpukau oleh rangkaian teluk dengan gradasi warna air dari zamrud hingga tosca jernih. Shenxian Bay (Teluk Peri) sering diselimuti kabut tipis, Moon Bay (Teluk Bulan) meliuk membentuk bulan sabit panjang, dan Wolong Bay (Teluk Naga Tidur) menampilkan gundukan tanah bagai naga raksasa yang berbaring damai.
Hari 6: Ketenangan Spiritual di Ujung Utara Tiongkok
Desa Tuva Hemu dan Platform Observasi
Di lembah Altai terpencil, terletak Desa Hemu, salah satu dari tiga desa etnis minoritas Tuva yang tersisa di Tiongkok. Suku Tuva hidup di rumah-rumah kabin kayu tanpa paku, dikelilingi hutan birch. Dari Platform Observasi Hemu, hamparan pondok kayu yang mengepulkan asap perapian menciptakan pesona kampung pedalaman paling romantis di dunia.
Hari 7: Misteri Bentang Alam di Karamay
Kota Hantu Urho (Urho Ghost City)
Perjalanan berbelok menuju Karamay yang tandus. Kota Hantu Urho adalah tanah lanskap formasi "Yardang". Jutaan tahun erosi angin telah membentuk bukit batu gersang menjadi pilar-pilar raksasa menyerupai kastil hingga wajah iblis. Lolongan angin yang kencang membuat penduduk menjulukinya "Kota Hantu". Wisatawan dapat menaiki kereta kecil melintasi lorong-lorong batu kuno ini.
Hari 8 & 9: Jejak Sejarah dan Suhu Ekstrem di Oasis Turpan
Perjalanan bergeser ke cekungan Turpan, daerah terendah, terpanas, dan paling manis di Tiongkok.
Sistem Karez dan Gunung Api Flaming
Kehidupan Turpan diselamatkan oleh Sistem Karez, saluran irigasi bawah tanah kuno untuk mengalirkan air salju dari Tian Shan tanpa risiko penguapan. Anda juga akan disuguhi rona merah bata dari Gunung Api Flaming (Flaming Mountains) yang tampil bagai kobaran api menyala di bawah terik matahari siang.
Desa Kuno Tuyoq dan Bazar Besar Turpan
Kultur Uighur terawat sangat baik di Desa Kuno Uighur Tuyoq, lembah hijau berapit tebing batu tempat rumah-rumah bata lumpur berusia ratusan tahun. Petualangan sensorik ditutup di Bazar Besar Turpan, menjajakan kismis anggur kualitas dunia dan sutra lokal.
Hari 10: Sisa Kejayaan Kota Kuno dan Bazar Internasional
Kota Kuno Jiaohe dan Menara Emin
Di Turpan, jelajahi reruntuhan mistis Kota Kuno Jiaohe, kota berbahan dasar tanah liat terbesar dan tertua di dunia yang terawat baik. Selanjutnya, Menara Emin (Emin Minaret), menara azan raksasa bermotif bata geometris eksotis, monumen Islam terbesar sekaligus simbol akulturasi Uighur dengan arsitektur Afgan/Persia kuno.
Xinjiang International Grand Bazaar
Sebelum mengakhiri epik panjang ini, berkunjunglah ke Bazar Internasional Xinjiang (Grand Bazaar) di Urumqi. Pasar berarsitektur Islam ini menyuguhkan instrumen musik tradisional, karpet rajutan sutra, hingga kudapan madu untuk buah tangan sebelum Anda terbang pulang ke Jakarta.